Tuhan, Terima kasih..

Engkau ciptakan aku dengan bentuk sesempurna ini..
Aku menikmati indahnya hidup ini..
Berjalan, memandang dunia

Ah.., Alhamdulillah…

Tapi Tuhan.
Aku mohon ampun pada-Mu
Bentukku yang sempurna ini terlalu banyak aku sia-siakan
Jalanku tak terarah..
Padahal, petunjuk-Mu telah nyata
Pandanganku tak terhijab..,
Padahal, mata ini juga akan di hisab..

Ah.., dzalim ya aku..?

Tuhan puji syukur hanya pada-Mu..
Kau ciptakan aku dengan fitrah Islam-Mu..
Aku menikmati indahnya Islam..
Sedih, senang, pahit, manis, gembira, dan sengsara semuanya terasa indah..

Ah.., Alhamdulillah.

Tapi Tuhan..,
Aku hina..
Islam hanya ada di sakuku..
Ajarannya yang paripurna dan sempurna..
Aku pilah-pilah..,
Seolah-olah..
Ada jalan lain kembali pada-Mu

selain syurga dan neraka..

Ah.., adakah jalan itu..?

Tuhan..
Aku malu kepada-Mu
Aku tahu aku salah..
Aku tahu aku banyak dosa..

Tapi.,
Kok aku masih bisa tertawa ya..?
Bahkan, tak pernah aku menangis dihadapan-Mu
Ih.., sebenarnya aku sadar nggak sih..?

Tuhan..,
Aku tahu..
Fardhu.., apapun bentuknya
‘Ayn, Kifayah
Sunnah dan semuanya..
Adalah perintahmu juga..

Tapi kok…
Kenapa! ya aku masih memilih-milih..?
Sholat ku jalani..
Tapi kenapa ya..?
Berkerudung dan berjilbab, berdakwah, aku enggan..

Padahal,
aku tahu itu juga perintah-Mu..!
shaum senin-kamis,
bahkan shaum Daud-pun kulakoni..

Tapi kok..
Kenapa ya aku malas ikut berjuang menegakkan negara Islam..?

Padahal, shaum itukan sunnah..
Sedang berjuang menegakkan negara Islam..
Aduh.., itu fardhu kifayah..

Tuhan..,
Setiap hari aku pergi sekolah, kuliah
Matematika, sampai astronomi
Semua aku lahap..

Tapi kenapa ya..?
Kakiku selalu berat untuk pergi mengaji…
Padahal..,
Dua-duanya perintah-Mu..

Tuhan..,
Apakah aku jadi minimalis sendiri ya..?

Hihihi.., aku ngaku deh..
Aku terjebak..
Prioritas yang aku ambil..
Ternyata masih teracun duniawi..

Aku baru terpikir..
Kalau semuanya perintah-Mu
Kenapa ya nggak aku coba laksanakan semuanya..?
Aku jadi pusing…

Kalau sikapku seperti ini..
Lalu do’a iftitah yang aku baca saban sholat buat apa ya..?
“Hidup dan matiku.., semuanya! hanya untuk-Mu

Benar nggak ya hidupku sudah ku arahkan untuk itu..?

Aduh Tuhan..
Aku Malu..
Ternyata, masih ada nilai lain yang aku cari dalam hidup ini
Perintah dan larangan-Mu
Yang seharusnya jadi poros hidupku..

Hihihihi..
Ternyata aku telah mencuri dari-Mu
Aktiftasku
Terlalu banyak yang kuhabiskan untukku sendiri..

Hiks.., Tuhan maafkan aku..
Sebentar lagi aku akan pergi menemui-Mu

Padahal, perintah-Mu masih banyak yang tak kudengar..
Larangan-Mu masih banyak yang ku langgar..

Hiks.., Tuhan
Tak sadar aku pernah mengejek-Mu

Dunia selalu kubuat tertawa
bodo amat deh soal nanti..
nanti abis sholat gue istighfar..

Ih.., jijiknya aku..
Bagaimana ya kalau aku mati sebelum sholat..?
Memangnya Kalau malaikat maut datang..

Aku bisa menyogoknya dengan coklat kesukaanku..?

Hiks.., Tuhan..
Terima kasih..
Kegetiran hidup yang kau timpakan..
Sangat berarti buatku..

Andai Kau tak kirim kesulitan..
Mungkin aku masih terlena…

Tuhan terima kasih..
Oh iya Tuhan..
Sekarang aku telah sadar belum ya..?
Kok aku masih sibuk menulis dan membaca ini..?

Bukannya aku harus bergerak..?
Bukannya perintah-Mu masih banyak yang belum kutunaikan..

Tuhan..,
Aku bergerak dulu..
Semoga Kau mudahkan jalanku..
Aku ingin bisa tersenyum di hadapan-Mu Tuhan..

Ratih Asmana Ningrum,

Bandung 30 Rabiul Awal 1425 H.

About these ads

One response to “Tuhan, Terima kasih..

  1. Itu puisi 5 tahun lalu dari Mbak Ratih, tapi sekarang mbak Ratih telah menjadi muslimah yang kaffah, sudah berhijab, sudah berkeluarga dengan seorang anak buah cintanya dengan sang pendamping. Insya Allah akan menjadi keluarga sakinah, mawadhah dan rohmah. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s