KENAPA AKU TIDAK LEBIH DULU KE SURGA?

AKU TIDAK TAHU DIMANA AKU BERADA. MESKIPUN SEKIAN BANYAK MANUSIA BERADA DI SEKELILINGKU, NAMUN AKU TETAP MERASA TERASING DALAM KESENDIRIAN DAN KETAKUTAN. AKU MASIH BERTANYA DAN TERUS BERTANYA DALAM HATI, TEMPAT APA INI, DAN BUAT APA SEMUA MANUSIA DIKUMPULKAN? MUNGKINKAH, AAH…AKU TIDAK MAU BERANDAI-ANDAI.

RASA TAKUTKU MAKIN MENJADI-JADI, TATKALA ADA SUARA YANG PENUH WIBAWA DAN MENGGELEGAR MENJAWAB PERTANYAAN HATIKU. “INILAH YANG DISEBUT PADANG MAHSYAR,” SUARANYA BEGITU MENGGETARKAN JIWAKU.

“BAGAIMANA IA TAHU PERTANYAANKU?” BATINKU. AKU MENGGIGIL, TUBUHKU TERASA LEMAS, MATAKU TEGANG MENCARI PERLINDUNGAN DARI SESEORANG YANG PERNAH KUKENAL. TAPI SETELAH SEKIAN LAMA, DENGAN BERJALAN DAN MERANGKAK TERHUYUNG-HUYUNG KESANA KEMARI SERTA KERINGAT BERCUCURAN KARENA TERIK PANAS MATAHARI YANG TERLIHAT BEGITU DEKAT DI ATAS KEPALAKU, TAK SEORANG PUN YANG KUKENAL UNTUK DIMINTAI PERTOLONGAN.

MEREKA TERLIHAT SIBUK DENGAN URUSANNYA MASING-MASING DENGAN MUKA CEMAS DAN LUSUH, TIDAK PERDULI ORANG LAIN SELAIN DIRINYA SENDIRI. SEJAUH-JAUH MATA MEMANDANG, YANG TERLIHAT ADALAH SEBUAH DATARAN YANG SANGAT LUAS TAK BERTEPI, TIDAK ADA PEPOHONAN, TIDAK ADA GUNUNG JUGA TIDAK TERLIHAT LAUTAN, TIDAK ADA NGARAI, TIDAK ADA JURANG, TIDAK PULA BANGUNAN, APALAGI KEBUN BUAH-BUAHAN. AKU TERINGAT FIRMAN ALLAH DALAM SURAH AL-QIYAMAH AYAT 10-11 “PADA HARI ITU MANUSIA BERTANYA. DIMANAKAH TEMPAT BERLINDUNG? SEKALI-KALI TIDAK. TIDAK ADA TEMPAT BERLINDUNG”. “MAHA BENAR, ENGKAU YA ALLAH…” GUMAMKU LIRIH DAN PASRAH.

KUSAKSIKAN LANGIT MENGHITAM, SESAAT KEMUDIAN BERSINAR KEMILAUAN. BERSAMAAN DENGAN ITU, TERDENGAR SUARA MENGGELEGAR YANG SANGAT MEMEKAKKAN TELINGA.

AKU BARU SADAR, INILAH HARI PENENTUAN, HARI DIMANA SEMUA MANUSIA AKAN MENERIMA KEPUTUSAN SEBAGAI BALASAN DARI AMALNYA SELAMA HIDUP DIDUNIA. HARI INI PULA AKAN DITENTUKAN NASIB MANUSIA SELANJUTNYA, SURGAKAH YANG AKAN DINIKMATI ATAU ADZAB NERAKA YANG SIAP MENANTI.

AKU SEMAKIN TAKUT, NAMUN ADA DEBAR DALAM DADAKU MENGINGAT AMAL-AMAL BAIKKU DI DUNIA. MUNGKINKAH AKU TERGOLONG ORANG- ORANG YANG MENDAPAT KASIH-NYA ATAUKAH…ACH…MUSTAHIL ! GUMAMKU MEMBATIN.

AKU DAN SEMUA MANUSIA LAINNYA MASIH MENUNGGU KEPUTUSAN DARI YANG MENGUASAI HARI PEMBALASAN. TAK LAMA KEMUDIAN, TERDENGAR LAGI SUARA MENGGEMA TADI YANG MENGATAKAN BAHWA SESAAT LAGI AKAN DIBACAKAN DAFTAR MANUSIA-MANUSIA YANG AKAN MENEMANI RASULULLAH S.A.W. DI SURGA YANG INDAH.

MAHA BENAR ALLAH DENGAN JANJI-NYA, PIKIRKU. BARANGKALI INILAH MANUSIA-MANUSIA TERMULIA KEKASIH ALLAH SWT. DAN PENDAMPING MUHAMMAD RASULULLAH SAW. DI SURGA.

LAGI-LAGI DADAKU BERDEBAR, ADA KEYAKINAN BAHWA NAMAKU TERMASUK DALAM DAFTAR ITU, MENGINGAT BANYAKNYA AMAL KEBAIKAN YANG AKU LAKUKAN, TERLEBIH LAGI SEWAKTU DI DUNIA AKU DIKENAL SEBAGAI JURU DAKWAH DAN ALIM ULAMA.

AKHIRNYA NAMA-NAMA ITUPUN MULAI DISEBUTKAN. AKU MASIH BERHARAP BAHWA NAMAKU ADA DALAM DERETAN PENGHUNI SURGA ITU, MENGINGAT BERBAGAI IBADAH DAN PERBUATAN BAIKKU.

DALAM DAFTAR ITU, NAMA RASULULLAH MUHAMMAD S.A.W. SUDAH PASTI TERCANTUM PADA URUTAN TERATAS, SESUAI JANJI ALLAH MELALUI JIBRIL, BAHWA TIDAK SATUPUN JIWA YANG MASUK KE DALAM SURGA SEBELUM MUHAMMAD MASUK.

SETELAH ITU TERSEBUTLAH PARA ASSABIQUUN AWWALUUN. KULIHAT FATIMAH AZ-ZAHRA DENGAN SENYUM MANISNYA MELANGKAH BAHAGIA SEBAGAI WANITA PERTAMA YANG KE SURGA, DIIKUTI PARA ISTERI-ISTERI DAN KELUARGA RASUL LAINNYA.

PARA NABI DAN RASUL ALLAH LAINNYA PUN MASUK DALAM DAFTAR TERSEBUT. YASIR DAN SUMAYYAH BERJALAN TENANG DENGAN PREDIKAT SYAHID DAN SYAHIDAH PERTAMA DALAM ISLAM. JUGA PARA SAHABAT LAINNYA, SATU PERSATU PARA PENGIKUT TERDAHULU RASUL ITU DENGAN BANGGA MELANGKAH KE TEMPAT DIMANA ALLAH AKAN MEMBUKA TABIRNYA.

MEREKA MASUK DALAM ROMBONGAN-ROMBONGAN BESAR DENGAN MUKA-MUKA YANG BERSINAR CERAH DAN SUMRINGAH, DIPIMPIN OLEH BEBERAPA SAHABAT RASULULLAH SEPERTI ABU BAKAR AS-SHIDDIQ., UTSMAN BIN AFFAN., MU’ADZ BIN JABAL., ABU DZAR, BILAL BIN RABAH DAN BEBERAPA SAHABAT LAINNYA.

AKU TERINGAT SURAT AL-ISRA AYAT 71 “(INGATLAH), SUATU HARI (DIMANA PADA HARI ITU) KAMI PANGGIL TIAP UMAT DENGAN PEMIMPINNYA”. “MAHA BENAR ENGKAU YA ALLAH, DENGAN SEGALA FIRMAN-MU” DESAHKU.

YANG AKU TAHU, SALAH SATU KENIKMATAN TIADA BANDING YANG AKAN DITERIMA PARA PENGHUNI SURGA ADALAH MELIHAT WAJAH ALLAH. KUSAKSIKAN PARA SAHABAT MUHAJIRIN DAN ANSHAR YANG TENGAH BERSYUKUR MENDAPATKAN NIKMAT TIADA TERHINGGA SEBAGAI BALASAN KESETIAAN BERJUANG BERSAMA MUHAMMAD DALAM MENEGAKKAN RISALAH. SETELAH ITU TERSEBUTLAH PARA MUKMININ TERDAHULU DAN PARA SYUHADA DALAM BERBAGAI PERJUANGAN MEMBELA AGAMA ALLAH.

SEMENTARA ITU, KERINGATKU SEMAKIN MEMBANJIR SAMPAI HAMPIR MENCAPAI PINGGANGKU KARENA TERIKNYA SINAR MATAHARI DAN PANASNYA SUHU UDARA YANG BELUM PERNAH AKU ALAMI SELAMA HIDUPKU. PANASNYA UDARA BUMI ARAB SEWAKTU AKU MENUNAIKAN IBADAH HAJI, TIDAK ADA APA-APANYA DIBANDING PANASNYA SINAR MATAHARI DI PADANG MAHSYAR INI. MATAHARI TERLIHAT SEOLAH-OLAH DIATAS KEPALAKU. AKU MENENGADAH KE LANGIT SAMBIL BERSERU MEMOHON PERTOLONGAN-NYA.

“YAA…ALLAH, TUHANKU YANG MAHA PENYAYANG, KAPANKAH ENGKAU MEMANGGILKU SEHINGGA SELESAI SUDAH PENDERITAANKU DI PADANG MAHSYAR INI?” TERIAKKU.

TAK ADA JAWABAN, BAHKAN DARI SUARA GAIB YANG TADI SEKALIPUN.

KULIHAT TAK SEORANGPUN YANG BISA KUKENAL DARI JUTAAN MANUSIA DAN BINATANG YANG HAMPIR TENGGELAM OLEH KERINGAT MEREKA MASING-MASING SAMBIL SALING SIKUT DAN SALING INJAK TANPA ARAH DAN TUJUAN. DADAKU BERDEGUP KERAS DAN AKU TERPERANJAT BEGITU MELIHAT ROMBONGAN ANAK-ANAK YATIM DENGAN RIANG BERLARI UNTUK SEGERA MENIKMATI KESEGARAN TELAGA KAUTSAR. BEBERAPA DARI MEREKA TERSENYUM SAMBIL MELAMBAIKAN TANGANNYA KEPADAKU, DENGAN BOTOL-BOTOL MINUMAN SEGAR TERGENGGAM DI TANGAN-TANGAN MEREKA. ALANGKAH NIKMATNYA JIKA SEBOTOL MINUMAN YANG MEREKA BAWA DIBERIKAN KEPADAKU, SEKEDAR MENGHILANGKAN HAUS DAHAGA YANG AMAT SANGAT.

SEPERTINYA AKU KENAL MEREKA. YA ALLAH…! MEREKA ADALAH ANAK-ANAK YATIM SEBELAH RUMAHKU. NAMUN MEREKA SEKADAR MELAMBAI DAN TERSENYUM, BARANGKALI JUGA MEREKA TAK MENGENALKU LAGI KARENA KETELANJANGANKU DENGAN MUKA YANG HITAM LEBAM DAN BERMANDI PELUH. TENTU SAJA SANGAT BERLAINAN DENGAN PENAMPILANKU DULU DI DUNIA YANG DIBALUT PAKAIAN MUSLIM SERBA NECIS DAN KOPIAH BLUDRU MAHAL. TERKADANG KUPAKAI KEMEJA BUATAN PERANCANG PERANCIS DIPADU DASI DAN JAS ATAU BAJU GAMIS ARAB DARI BAHAN SUTERA.

AKU TERINGAT, DULU DI DUNIA ANAK-ANAK YATIM ITU TIDAK SEDIKITPUN PERNAH MENDAPAT PERHATIAN DARIKU. ANAK-ANAK YANG SELALU MENANGIS KELAPARAN DI MALAM HARI SEMENTARA SERING KUBUANG SEBAGIAN MAKANAN YANG TAK HABIS KUMAKAN. MUNGKINKAH INI BALASANNYA? OH…AMPUNI AKU YAA RABB…!

DALAM KESENDIRIAN, PIKIRANKU MENERAWANG DAN HATIKU BERTANYA, MANA ISTERI DAN ANAK-ANAKKU YANG KUBAHAGIAKAN KETIKA HIDUP DI DUNIA DENGAN MEMBANTING TULANG SIANG DAN MALAM? KENAPA MEREKA TAK KELIHATAN BATANG HIDUNGNYA UNTUK SEKEDAR MEMBAGI DUKA DAN DERITA.

“SUBHANALLAH, ITU SI PARMIN TUKANG MIE DEKAT KANTORKU,” AKU TERPERANGAH MELIHATNYA MELENGGANG KE SURGA. PARMIN, PEMUDA YANG TIDAK PERNAH LULUS SD ITU PERNAH BERCERITA, BAHWA SEBAGIAN BESAR HASIL DAGANGANNYA IA KIRIMKAN UNTUK IBUNYA DAN BIAYA SEKOLAH EMPAT ADIKNYA. PARMIN YANG RAJIN SHOLAT ITU, RELA BERPUASA BERHARI-HARI ASAL IBU DAN ADIK-ADIKNYA DI KAMPUNG TIDAK KELAPARAN.

TIBA-TIBA, SUARA GAIB BERKATA LAGI, “PARMIN YANG TUKANG MIE ITU LEBIH BAIK DIMATA ALLAH. IA BEKERJA UNTUK KEBAHAGIAAN ORANG LAIN.” SEMENTARA AKU…? OOHH…YAA TUHAN…SEMUA HASIL KERINGATKU SEMATA UNTUK KEPERLUANKU DAN KELUARGAKU SAJA. OH, AKU MULAI TERSADAR, MUNGKINKAH ALLAH MENOLAK AMALANKU YANG SELAMA INI KUANGGAP BAIK?

LALU BERTURUT-TURUT LEWAT DIDEPAN MATAKU. MBOK DARMI PENJUAL PECEL YANG KEHADIRANNYA SELALU KUTOLAK, KARENA AKU MENGANGGAP KELUARGAKU TAK LAYAK MEMAKAN MAKANAN ORANG KEBANYAKAN BAHKAN KUANGGAP SEBAGAI SUMBER PENYAKIT. SUARA GAIB ITU TERDENGAR LAGI SEOLAH MENJAWAB SETIAP PERTANYAANKU MESKIPUN TIDAK KUUCAPKAN. “DIA IKHLAS, TIDAK SAKIT HATI SERTA TIDAK MEMENDAM KEBENCIAN DAN DENDAM SEDIKITPUN MESKIPUN KEDATANGANNYA SELALU MENDAPAT PENOLAKAN DAN PENGHINAAN KELUARGAMU.”

MASYA ALLAH…ITU…ITU MURID-MURID PENGAJIAN YANG AKU BINA, MEREKA MENDAHULUIKU KE SURGA! SETELAH ITU, BERBONDONG-BONDONG JAMA’AH MASJID-MASJID TEMPAT BIASA AKU BERCERAMAH. “MEREKA BELAJAR KEPADAMU, LALU MEREKA AMALKAN. SEDANGKAN KAU, TERLALU BANYAK BERBICARA DAN SEDIKIT MENDENGARKAN. PADAHAL, LEBIH BANYAK YANG BISA DIPELAJARI DENGAN MENDENGAR DARI PADA BERBICARA,” SERGAHNYA LAGI.

AKU SEMAKIN PENASARAN DAN TERUS MENUNGGU GILIRANKU DIPANGGIL. SEIRING DENGAN ITU ANTRIAN MANUSIA DENGAN WAJAH CERIA MAKIN PANJANG. TAPI SEJAUH INI, BELUM JUGA NAMAKU TERPANGGIL. AKU MULAI KESAL, AKU INGIN SEGERA BERTEMU ALLAH DAN BERKATA, “YA ALLAH… DI DUNIA AKU BANYAK MELAKUKAN IBADAH DAN BERDAKWAH ATAS NAMA-MU, IZINKANLAH AKU MASUK KE SYURGA-MU…!!!”.

SUARA GHAIB TERDENGAR LAGI “IBADAH DAN DAKWAHMU SEMATA UNTUK KEPENTINGANMU MENDAPATKAN SURGA ALLAH, SHODAQOHMU SEBATAS UNTUK MEMPERJELAS STATUS SOSIALMU, DIBALIK BANTUANMU TERSIMPAN KEINGINAN MENDAPAT PENGHARGAAN, DAN DAKWAH YANG KAU LAKUKAN HANYA BERBEKAS BAGI ORANG LAIN, TIDAK UNTUKMU,” BERGETAR TUBUHKU MENDENGARNYA.

ANAK-ANAK YATIM, PARMIN, MBOK DARMI, PENGEMIS TUA, MURID-MURID PENGAJIAN, JAMA’AH MASJID DAN BANYAK LAGI ORANG-ORANG YANG SERING KUANGGAP TIDAK LEBIH BAIK DARIKU, MEREKA LEBIH DULU DIPANGGIL MASUK KE SURGA ALLAH. PADAHAL, AKU SERING BERANGGAPAN, SURGA ADALAH BALASAN YANG PANTAS UNTUKKU ATAS DAKWAH YANG KULAKUKAN, INFAQ YANG KUBERIKAN, ILMU YANG KUAJARKAN DAN PERBUATAN BAIK LAINNYA.

TERNYATA, DI HADAPAN ALLAH, AKU TIDAK LEBIH TUNDUK DARIPADA MEREKA, TIDAK LEBIH IKHLAS DALAM BERAMAL DARI PADA MEREKA, TIDAK LEBIH BERSIH HATI DARI PADA MEREKA.

JAWAD SATUJU – Jatiwaringin, 4 Syawal, 1423 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s