Surat Wasiat Untuk Membagi Harta Warisan Samarata

Kategori: Waris

Nama Pengirim: Jawad Satuju

Tanggal Kirim: 2003-12-12 01:42:35

Tanggal Dijawab: 2003-12-15 14:08:07

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Pak Ustadz yang Dirachmati Allah SWT.
Suatu saat saya ingin berwasiat untuk isteri dan 4 anak saya agar membagi sama-rata (berarti masing-masing 1/5 harta warisan saya) jika suatu saat saya dipanggil pulang ke rahmatullah. Saya tahu, saya punya satu anak perempuan (yang paling besar & sudah menikah) yang secara syar’i hanya berhak 1/2-nya dari hak anak laki-laki, dan wasiat untuk membagi harta warisan maksimum hanya boleh 1/3 dari total harta. Meski demikian, secara “emosional” saya menyayangi semua anak-anak dan juga ibunya yang ingin agar mendapatkan bagian harta warisan yang sama, sehingga “adil” menurut saya. Saya sangat tahu dan mengakui bahwa Allah SWT. adalah Maha Tahu & Maha Adil dan semua ketetapannya pasti mengandung kebenaran yang mutlak. Pertanyaan saya jika saya tetap membuat Surat Wasiat yang membagi sama-rata (1/5) apakah saya dianggap berdosa karena mendzalimi hak anak-anak laki-laki? Bagaimana jika semua anak laki-laki saya menyetujui dan tidak berkeberatan dengan pembagian itu dan bahkan ikut menanda-tangani persetujuan di Surat Wasiat? Jika tetap secara syariat tidak boleh hukumnya, apakah solusinya saya harus membuat Surat Wasiat dulu khusus untuk isteri & anak perempuan saya (1/3 dari harta) sehingga pada saat memperhitungkan harta warisan bagian masing-masing akhirnya relatif sama/seimbang? Terima kasih atas jawaban Ustadz.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
Tentang konsep ADIL

Ketika Anda membuat perbedaan dan memisahkan adil menurut Allah SWT dan adil menurut Anda, maka pada saat itu Anda telah menyalahi Allah SWT. Padahal bagi seorang muslim hanya ada satu kata, keadilan itu adalah apa yang dikatakan adil oleh Allah SWT.

Dan begitu juga dalam seluruh detail kehidupan. Tolok ukur yang kita kenal sebagai muslim adalah tolok ukur Allah SWT. Ketika kita membuat konsep tentang kebenaran, maka kebenaran adalah apa yang menurut Allah SWT benar. Kebaikan adalah apa yang menurut Allah SWT baik. Kesucian adalah apa yang menurut Allah SWT suci. Keindahan adalah apa yang menurut Allah SWT indah. Dan cinta adalah apa yang menurut Allah SWT cinta.

Ini adalah hakikat dari ke-Islaman seseorang. Dimana Islam itu berarti penyerahan diri secara total kepada Allah SWT semata. Menyerahkan diri maknanya adalah bahwa seluruh konsep dan paradigma pemikiran kita ini kita serahkan kepada versi Allah SWT semata. Sedangkan nalar, rasa, logika dan penilaian pribadi bukanlah sesuatu yang bisa dibenarkan selama tidak mengacu kepada apa yang datang dari Allah SWT.

Jadi ketika Allah SWT telah memutuskan adil atas suatu aturan, tidak mungkin seorang hamba menentangnya dan membuat sendiri konsep keadilan sesuai dengan selera pribadi. Keadilan itu hanya satu saja di dunia ini yaitu keadilan milik Allah SWT. Di luar keadilan Allah SWT bukanlah sesuatu yang adil.

Maka sebelum Anda selesaikan membaca jawaban ini, perbaiki kembali konsep keadilan pada diri Anda dan yakini bahwa yang adil itu hanya yang sesuai dengan maunya Allah SWT.

Jalan Keluar

Lalu tentang keinginan Anda memberi harta kepada anak wanita Anda. Itu perkara mudah saja. Mengapa Anda harus menunggu meninggal dulu ? Mengapa tidak Anda beri sekarang saja. Selama Anda masih hidup, Anda tidak terikat pada aturan pembagian warisan. Anda berhak membagi-bagi semua harta milik Anda kepada siapa saja yang Anda ingin beri. Bahkan kepada orang yang bukan ahli waris sekalipun.

Sedangkan masalah warisan memang sudah ada aturannya. Dan Anda sebagai pemilik asli harta itu, tidak punya hak sama sekali dalam mengatur pembagiannya, karena Anda sudah jadi mayat nanti. Dan sebagai mayat, hak kepemilikan Anda sudah lenyap. Maka harta Anda ini kembali kepada pemilik asal yaitu Allah SWT. Jadi terserah Allah SWT saja, mau diserahkan kepada siapa harta itu. Dan jawabannya adalah diberikan kepada orang-orang yang diatur dalam hukum waris yang sudah baku.

Adapun pemberian harta yang dilakukan oleh seorang yang masih segar bugar atau masih hidup disebut dengan hibah. Anda boleh menghibahkan semua harta Anda kepada anak-anak yang Anda cintai itu. Tapi Anda harus menyerahkannya sekarang ini juga secara bulat. Tidak ditunda sampai menjelang mati, apalagi setelah mati. Dan itu berarti setelah Anda berikan, maka harta itu 100 % milik yang menerima. Sama sekali Anda tidak punya hak apapun atas harta itu. Kalau masing-masing anak itu Anda beri rumah yang nilainya hampir sama, maka begitu rumah itu diserahkan, secara otomatis mereka menjadi pemilik syahnya saat ini juga. Terserah mereka, apakah mau ditempati, dijual, disewakan atau lainnya. Dan kalau Anda tinggal di salah satu rumah itu, maka Anda adalah penumpang di rumah orang lain.

Nanti ketika Anda meninggal, tidak ada harta yang diwariskan, karena Anda sama sekali tidak punya harta benda. Harta benda Anda sudah habis dibagikan sejak Anda masih sehat.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

One response to “Surat Wasiat Untuk Membagi Harta Warisan Samarata

  1. Assalamu’alaikum,
    Rubrik TANYA JAWAB AGAMA ini saya kompilasi dari berbagai situs agama, Antara lain PUSAT KONSULTASI SYARIAH dan ERA MUSLIM yang diasuh oleh Ustadz-Ustadz mumpuni, terutama Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. Ketika saya kumpulkan sejak tahun 2002, ada beberapa artikel yang saya lupa mencantumkan sumbernya (alamat URL), namun yakinlah bahwa keotentikannya bisa dijamin. Saya bukan Ustadz, jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan bertanya langsung kpd Ustadz Ahmad Sarwat, yang baru saja alamatnya saya temukan lagi, yaitu di : http://www.warna islam.com atau di http://www.ustsarwat.com
    Wassalam,
    Jawad Satuju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s