Rembulan Yang Dinanti

Makna yang mana akan ku kejar

Bila jalannya pun ku tak tahu

Sejumput asa ku selimuti diam-diam

Harapan kan datang bersama rembulan

Rembulan di tunggu pun tak jua menyapa

Tuk mengabarkan sepotong kedamaian

Menagih janji tak lah ku lakukan

Hatiku hanya mengintip di sela senyum

Susah sungguh daku ini…

Berharap tapi tak menghadap

Terlalu memendam apa yang dirasa

Rasa yang tak jua kurasa.

Wahai rembulan…

Lama nian daku harus menunggu

Berharap tapi tak diharap

Meratapi ketandusan jiwa, siapa peduli?

Rembulan, janganlah hanya bersinar

Mampirlah menerangi bumiku

Membelaiku dengan sinarmu

Asa yang hanya mengalir bersama angin.

penulis :
Halimah Taslima
Seorang ibu dengan tiga orang putera. Berdomisili di Sengata – Kutai Timur.

Bisa di hubungi di email  : halimahtaslima@gmail.com

Sumber: http://www.warnaislam.com/rubrik/puisi/2009/4/6/900/Rembulan_Dinanti.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s