MENYAKITI TETANGGA

Allah SWT mewasiatkan pada kita dalam Al-Qur’an agar berbuat baik kepada tetangga : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ke dua orang-tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Q.S. An-Nisaa : 36).

Pengertian tetangga, ada tiga yaitu :

1. Tetangga muslim yang masih mempunyai ikatan kekeluargaan yang dekat, dengan demikian dia memiliki hak sebagai tetangga, hak sebagai sesama muslim dan hak sebagai keluarga dekat;
2. Tetangga sesama muslim, sehingga dia mempunyai hak sebagai tetangga dan hak sebagai saudara seakidah.
3. Tetangga non-muslim, hanya memiliki hak bertetangga saja.

Menyakiti tetangga termasuk perbuatan dosa yang dilarang agama.. Yang dimaksud dengan menyakiti tetangga adalah melakukan suatu perbuatan yang dapat mengusik ketenangan dan ketenteraman kehidupan mereka, baik dengan cara membuka rahasia pribadi tetangga, mengganggu dan mengambil hak milik mereka, mencari-cari kesalahan mereka dan melakukan perbuatan dzalim kepada mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jibril terus menasihatiku agar berbuat baik kepada tetangga hingga aku khawatir ia akan menjadikannya sebagai pewaris.”

Beliau saw. juga bersabda : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya.”

Menyakiti tetangga diharamkan demi menjaga haknya yang agung. Dari Abu Syuraih r.a., Rasulullah bersabda : “Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman. Dikatakan : “Siapa, ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.” 1)

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. menjadikan pujian tetangga dan celaannya sebagai ukuran baik dan buruknya kelakuan seseorang. Dari Ibn Mas’ud r.a., ia berkata : “Ya Rasulullah, bagaimana saya mengetahui saya telah berbuat baik atau buruk kepada tetangga saya?” Nabi SAW. menjawab : “Yaitu apabila engkau mendengar tetangga-tetanggamu berkata : “Engkau telah berlaku baik,” maka sesunguhnya engkau telah berbuat baik. Dan apabila engkau mendengar mereka mengatakan : “Engkau berbuat buruk,” maka sesungguhnya engkau telah berlaku buruk.” 2)

Dalam riwayat lain diterangkan, bahwa Rasulullah telah menegaskan : “Tidak akan masuk sorga orang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari gangguan perbuatannya.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah).

Rasulullah pernah ditanya tentang dosa yang paling besar di sisi Allah. Jawab Rasulullah : “Ada tiga : Menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Allah yang menciptakanmu. Membunuh anak hanya karena takut miskin. Dan berselingkuh dengan isteri tetangga.” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmizi, dan Nasai dari Abdullah bin Mas’ud).

Dosa melanggar hak-hak tetangga sangat besar dan berlipat ganda sebagaimana yang disabdakan Nabi SAW. : “Seseorang melakukan perbuatan zina dengan sepuluh orang wanita lebih ringan dosanya daripada ia berzina dengan isteri tetangganya, dan seandainya ia mencuri dari sepuluh rumah lebih ringan dosanya daripada ia mencuri dari rumah tetangganya.” 3)

Sebagian laki-laki pengkhianat menunggu-nunggu waktu tetangganya tidak ada di rumah, ketika membagi giliran malam, ia masuk ke rumahnya untuk menebar kerusakan, maka kecelakaanlah baginya pada hari kiamat berupa adzab yang pedih.

Menyakiti tetangga mempunyai beberapa cara dan bentuk. Misalnya dengan cara melarangnya menancapkan tiang di dinding yang dimiliki bersama, membangun gedung lebih tinggi sehingga menghalangi cahaya matahari atau masuknya udara tanpa seizinnya. Atau membuka jendela di depan rumahnya dan mengintip serta melihat ‘aurat’ (rahasia rumah-tangganya). Dan mengganggunya dengan suara-suara bising seperti menyalakan radio/tape-recorder/TV dengan volume suara yang keras, menggedor pintu atau tembok atau berteriak terutama di waktu-waktu tidur dan istirahat, memukul anak-anaknya dan membuang sampah di depan pintu rumahnya.

Untaian ayat Al-Qur’an dan hadis Rasul diatas, telah memberikan pengertian bahwa orang yang menyakiti hati tetangga, berarti dia telah melakukan dosa besar, dan konsekuensinya kelak di hari kiamat dia akan mendapatkan siksa yang sangat pedih. Seharusnya antar sesama tetangga kita selalu menebar dan menciptakan suasana yang aman, tentram dan damai, bahu-membahu dan tolong-menolong dan menjaga untuk tidak menyinggung perasaan dan menyakiti hati tetangga.

Tetangga yang baik pada kenyataannya merupakan saudara kita yang paling dekat, meskipun bukan saudara yang punya pertalian darah atau garis keturunan. Ketika kita ditimpa musibah atau sakit, tetanggalah yang paling awal akan memberikan pertolongan, maka celakalah kita manakala tidak akur dengan tetangga. Rasulullah SAW dalam satu hadis bahkan meminta kita untuk memperbanyak kuah sayur, untuk dihadiahkan kepada para tetangga.

Setiap muslim harus selalu menjaga perasaan hati tetangga, berhubungan dengan mereka secara baik, dan melindungi keselamatan serta hak-hak mereka. (Sudi Al-Fakir – Jatiwaringin, 14 Shafar 1424 H)

1) HSR. Bukhari (Fathul Bari 10/443)
2) HR.Ahmad (1/402). Lihat Shahih Al Jami’ (6348)
3) HR. Bukhari (Al Adab Al Mufrad No.103).


4 responses to “MENYAKITI TETANGGA

  1. Pak saya punya tetangga depan agak samping rumah yang piara ayam.Ayam tersebut diliarkan sehingga tahi/telek/kotorannya banyak tercecer di jalan dan halaman rumah tetangga, juga rumah saya.Ayam tersebut sering nangkring di kendaraan saya.Perlu diketahui bahwa saya tinggal di komplek perumahan tipe 36 dengan kuas tanah 104.. Dosakah tetangga tersebut. dengan menyakiti hati saya (bila ayamnya nelek di depan rumah saya atau nangkring di mobil saya)Sebenarnya dia tahu kalau bayak tetangga yang tidak menyukai ayam tersebut tetapi dia cuek saja.Dugaan saya karena dia merasa lebih dulu tinggal di situ dan demi menyokong ekonomi keluarga.Bagaimana tanggapan bapak.Terima kasis. Dwi, Cepu.

    • Assalamu’alaikum Mas Dwi,
      Dari uraian di atas, meskipun kasus yang anda alami tidak secara tegas dijadikan contoh, menurut hemat saya itu juga termasuk ke dalam perbuatan yang dilarang agama kita, karena mengandung unsur membuat tetangga tidak senang, tidak nyaman, terganggu kehidupannya, dll. Padahal seorang muslim yang baik justru dituntut untuk senantiasa bisa menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain (terutama kerabat dan tetangga dekat). Kriteria lain seorang muslim yang baik adalah jika orang lain merasa aman ketika bersamanya (tidak merupakan ancaman). Setiap perbuatan yang dilarang agama, tentu mengandung konsekuensi berdosa. Wallahu a’lam bish-showab…

  2. Assalamualaikum, wah wah tulisannya bagus lho… kapan mau menuliskannya diblog saya ??… saya buatkan Link atau bolehkah mengirimkan puisi disini ?
    Jazakallah semoga menjadi silaturahmi yang indah Amiiiiinnn

    • Wa’alaikumussalam wrwb. Makasih nih Rini telah berkunjung ke sini. Ah, ini tehnik Blognya modal nekat saja klik sana klik sini.
      Senang skl jk Rini mau mengirim/upload puisi disini. Monggo…cuma saya gak tahu caranya, kecuali Rini kirim puisinya ke inbox/e-mail, insyaAllah saya muat disini…hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s