PROPOSAL PERNIKAHAN

I. Latar Belakang

Ibu dan Ayah tersayang,

Semoga Allah selalu memberkahi dan meridloi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmat-Nya kepada kita.

Ibu dan Ayah tercinta,

Sebagai hamba Allah, anakmu ini telah diberi berbagai nikmat. Diantaranya adalah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis. Fitrah merupakan pemberian Allah yang telah melekat secara inheren dengan kehidupan manusia itu sendiri. Hanyalah kehancuran yang didapatkan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah itu. Sungguh, kebutuhan ini wajar bagi manusia normal, selain untuk kebahagiaaan manusia itu sendiri.

Ibu dan Ayah yg sangat saya hormati,

Melihat kehidupan remaja dewasa ini sungguh amat memprihatinkan. Mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, di kepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi belum lama ini telah beredar video porno dari para pelaku yang katanya mirip artis terkenal, telah membuat para remaja sampai pelajar setingkat SMP se antero negeri penasaran.

Sebagian para lajang yang sebenarnya telah mampu untuk menikah, masih asyik dengan kesendiriannya dan menikmati kebebasannya. “Saya belum sempat mikirin kawin, sibuk banget sih, lagian saya masih ngumpulin barang dulu.” begitu kata sebagian mereka. Padahal, kurang apa sih mereka? Wallahu a’lam, mudah-mudahan saja mereka bisa bertahan untuk tidak berbuat maksiat.

Ibu dan Ayah pujaan Ananda,

Bercerita tentang pergaulan remaja umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk ditorehkan. Setiap saya menulis peristiwa remaja, pada saat yang sama, terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita dan semakin membuat kita prihatin dan mengurut dada.

Ibu dan Ayah,

Inilah antara lain yang melatar belakangi anakmu ini untuk segera menikah.

II. Dasar Pemikiran

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS. 24:32)

“Dan segala sesuatu kami jadikan berjodoh-jodohan, agar sekalian kamu berpikir.” (QS. 51:49)

Jika manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT. Dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa diberi Allah seorang isteri shalihah, sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separuh lainnya.” (Al-Hadits)

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah

Rasulullah bersabda :

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!” (Al-Hadits)

Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah SWT :

a. Pejuang di jalan Allah.

b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.

c. Pemuda yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (Al-Hadits)

“Hai golongan pemuda! Bila diantara kamu ada yang mampu menikah hendaklah ia nikah, karena nanti mata akan lebih terjaga dan kemaluan akan lebih terpelihara.” (Al-Hadits)

Akibat-akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

1. Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.

2. Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.

3. Tidak tenangnya ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.

4. Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan, telah terpenuhi.

Namun umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan sebagai berikut ini:

* Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang : Dr, SE, ST, SH, MM, MBA dsb.

* Pesta pernikahan mestilah wah…,karena merupakan prestise tersendiri, bukan diselenggarakan atas dasar ke-tawadhu-an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

* Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.

* Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan Rasul-Nya. Bukan dicampuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak, apa kata orang).

* Yakinlah…! Bila Allah dan Rasul-Nya ridha terhadap apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.

III. Tujuan

1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.

2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.

3. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.

4. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihah).

IV. Kesiapan Pribadi

1. Kondisi Qalb yang sudah mantap (setelah istikharah).

2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).

3. Secara materi, siap.

V. Penutup

Ibu dan Ayah dambaan Ananda,

Demikianlah proposal ini diajukan anakmu. Semoga Ibu dan Ayah memahami keinginan anakmu ini. Atas bantuan dan do’a dari Ibu dan Ayah, anakmu mengucapkan: Jazakumullah khairan katsiira.

Anakmu…
Fulan bin Fulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s