Pisang : Tanaman Surga Untuk Memakmurkan Negeri…

Oleh Muhaimin Iqbal

Rabu, 25 August 2010 17:22

Pasti bukan suatu kebetulan kalau Allah mengabarkan ke kita bahwa para penghuni surga dari golongan kanan – yaitu golongan yang dimuliakan oleh Allah, kelak akan menikmati pahalanya “…berada di antara  pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas…”(QS Al-Waqi’ah :  28-30). Allah rupanya menginginkan kita menikmati sebagian kecil dari kenikmatan surgawi tersebut selagi kita masih di dunia – dengan mudahnya tanaman pisang ini tumbuh di bumi pertiwi.

Istimewanya benda-benda di surga adalah semuanya baik-baik dan tidak ada yang buruk.  Jadi kalau ada tetesan kecil dari dari benda yang ada di surga – yaitu pohon pisang tersebut – di sekitar kita, pastilah manfaatnya sangat besar untuk kemakmuran kita di dunia ini. Bahwasanya selama ini kita belum menyadarinya, bisa jadi ini karena tiga hal.

Pertama karena keimanan kita belum cukup kuat untuk meyakini bahwa surga itu ada dan apa-apa yang dikabarkan oleh Allah tentang surga tersebut adalah benar.  Kedua adalah karena kita kurang mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkannya ke negeri ini – dari setetes kenikmatan surga yang ada. Ketiga karena ilmu kita yang belum sampai untuk memahami nikmat berupa manfaat yang begitu besar dari pohon surga yang dengan ijinNya – sangat mudah tumbuh di negeri ini.

Pada tulisan ini saya akan fokus ke masalah ketiga, yaitu memahami manfaat yang begitu besar dari pisang ini untuk memakmurkan negeri. Kita tahu bahwa salah satu indikator kemakmuran suatu bangsa adalah Pendapatan Domestik Bruto atau PDB-nya. Di dalam tulisan saya sebelumnya saya jelaskan bahwa unsur yang mebentuk PDB adalah Konsumsi, Investasi, Belanja Pemerintah, Ekspor dan Impor. Empat unsur pertama positif, unsur terakhir negatif.

Artinya bila kita banyak konsumsi (tentu banyak karena kita ada 235 juta penduduk !), tetapi kita tidak kunjung makmur (tidak kunjung tinggi PDB-nya) ini adalah karena ada porsi yang amat besar dari konsumsi tersebut yang harus diimpor. Untuk kebutuhan bahan pangan berupa gandum misalnya, tahun lalu negeri ini perlu mengimpor sampai 4.66 juta ton senilai kurang lebih Rp 22.5 trilyun !. Untuk kebutuhan pakaian kita yang berasal dari kapas, 99.5 %-nya masih harus diimpor !.

Lantas apa kaitannya tanaman pisang dengan kemakmuran tersebut ?; rupanya disinilah rahasianya. Tanaman dari surga yang tidak menyisakan sedikit-pun barang yang tidak berguna ini, sesungguhnya bisa memenuhi 3 kategori kebutuhan pokok kita sekaligus yaitu sandang, pangan dan papan.

Serat batang pisang yang diolah dengan baik, dapat menjadi serat untuk bahan tekstil yang kwalitasnya bahkan lebih baik dari kapas – dia mendekati sutera. Bila kita paksakan tanam kapas – produksi kita hanya dapat memenuhi 0.5% dari kebutuhan kapas kita – lantas mengapa tidak kita beralih ke gedebog pisang sebagai sumber serat tekstil kita ?. Pisang tumbuh dimana saja di seantero negeri, dan setiap satu batang pisang mengandung serat yang sangat banyak – insyallah kebutuhan serat untuk pakaian ini akan dapat digantikan oleh serat gedebog pisang. Bila ini dapat kita lakukan, maka kita dapat memutus kebutuhan impor kita akan kapas.

Bila kita belum bisa mengolah serat pisang secara halus untuk bahan tekstil, pengolahan gedebog pisang secara sederhana sudah akan dapat menghasilkan bahan bangunan yang perkasa dengan teknologi composites yang kita punya. Ini dapat mendorong Konsumsi, Investasi dan bahkan Ekspor yang semuanya berdampak positif pada PDB yang berarti juga kemakmuran.

Buah pisang yang selama ini hanya dikonsumsi sebagai buah, dan cenderung dihargai murah pada saat panen pisang di sentra-sentra produksinya – sesungguhnya dapat diolah menjadi tepung pisang yang bergizi tinggi dan rasa dasar yang enak. Tepung pisang ini dapat menjadi substitusi tepung terigu/gandum yang selama ini sepenuhnya kita impor. Bila sedikit demi sedikit import tepung gandum tersebut dikurangi dan menggantinya dengan tepung pisang – maka disitulah proses kemakmuran itu akan dimulai.

Karakter pisang yang bisa tumbuh dimana saja, juga akan merupakan alat untuk menyebar luaskan kemakmuran ke sejumlah besar petani.

Walhasil dengan membudidayakan pohon pisang secara luas dan memanfaatkan gedebog maupun buahnya untuk menutupi kebutuhan sandang , pangan dan papan dari 235 juta penduduk negeri ini – pasti ini adalah projek raksasa yang akan mampu mengdongkrak PDB (kemakmuran negeri ini) dari peningkatan Konsumsi, Investasi, Belanja Pemerintah dan Bahkan Ekspor. Pada saat yang bersamaan  impor akan menurun karena kebutuhan impor terigu dan kapas dapat ditekan seminimal mungkin.

Realistis kah proyek pisangisasi ini ?, tergantung iman dan ilmu kita untuk menjawabnya. Bila iman kita kuat dan yakin betul bahwa Allah telah melimpahkan nikmatnya ke kita, maka itulah yang diberikan Allah. Dalam sebuah hadits Qudsy Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok, Aku mengingatnya dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari sisi keilmuan sebagian kita kuasai , sedangkan sebagian lain mungkin memang kita masih harus banyak belajar.  Mengolah pisang menjadi tepung pisang misalnya, saya rasa sarjana-sarjana teknologi pangan di negeri ini yang jumlahnya sudah puluhan ribu insyallah sudah dengan mudah dapat mengolahnya.

Mengolah gedebog menjadi bahan bangunan yang kokoh, insyallah kami di kelompok Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqqiin (PWDM) dalam waktu dekat juga sudah akan menguasai teknologinya.

Mengolah gedebog menjadi bahan tekstil kwalitas tinggi, ini kita yang masih perlu banyak belajar. Di India sebagai produsen pisang terbesar di dunia, hal ini sudah dilakukan orang – bahkan kami juga sudah berhasil menemukan ahlinya disana, hanya karena dilindungi oleh Intelectual Property Right – kami masih kesulitan untuk belajar ilmunya.

Namun ilmu-ilmu ini semua saya yakin tidak ada yang terlalu sulit untuk dikuasai, oleh karenanya melalui tulisan ini saya mengundang para peneliti maupun mahasiswa S1, S2 atau S3 yang tertarik untuk mendalami serat tekstil berkwalitas tinggi dari gedebog pisang ini untuk bergabung dengan team kami – PWDM insyallah bersedia menjadi sponsor penelitian Anda.

Melalui tulisan ini pula saya ingin mengajak kita semua untuk rame-rame menanam tanaman dari surga ini di tanah-tanah kita yang selama ini belum diproduktifkan, bersamaan dengan tumbuhnya pohon pisang tersebut – kita cari teknologinya bersama-sama untuk mengolah hasilnya baik gedebog maupun buah pisangnya.

Sungguh akan menjadi ironi besar bila sampai beberapa tahun kedepan bangsa ini masih tetap miskin, sedangkan tanaman dari surga-pun dapat leluasa tumbuh di sekitar kita. Semoga Allah menunjuki jalanNya yang terang benderang ke kita semua. Amin.

Di-update pada Rabu, 25 August 2010 17:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s