ATAS NAMA CINTA

Atas nama cinta

Kuurai derita dalam megalara

Ketika asa dan cita terbang tanpa pamit

Sedang ragaku berlumur kekotor

Dalam bayangbayang jingga

Di pelupuk dahaga

 

Atas nama cinta

Kumamah setiap luka memerih

Dan sorot mata nyinyir mereka yang buta

Kulabrak setiap portal kemapanan

Seumpama banteng yang terluka

Dalam kerdipan mata sang pemuas syahwat

 

Atas nama cinta

Kubenam dia dalam asa yang menggumpal

Meski mentari kian temaram

Sedang guntur bersahutan dalam sunyi

Dan senyap menyeruak seketika

 

Atas nama cinta

Kan kujelang esok hari dalam senyum

Atau tumbang di lorong malam

 

Sudi al-Fakir, @16 Oktober, 2009

2 responses to “ATAS NAMA CINTA

    • Iya mas Nur, puisi adalah bahasa kalbu. Dengan puisi kita bisa mengungkapkan isi hati kita dlm sebuah tulisan yang susunannya terserah kita dan tdk dibatasi oleh pagar-pagar peraturan penulisan. Setelah berpuisi segala yang ada di hati tercurahkan, sehingga terasa plong di dada. Bagi orang lain mungkin terasa aneh dan tiada bermakna, namun keindahan tetap memancar darinya…hehe (semoga).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s