Nasihat Hasan al Basri kepada gadis kecil…

Setiba di pemakaman, Hasan al Basri melihat seorang gadis kecil itu memeluk makam ayahnya, pipinya diletakan di atas gundukan tanah sambil meratap-ratap.

Dari persembunyiannya Hasan selalu mengikuti apa yang dilakukan gadis kecil itu, dan ia mendengar apa yang diucapkannya.

“Ayah,malam ini engkau terbaring sendirian dalam kegelapan kubur, tanpa lampu penerangan dan penghibur. Jika malam kemarin aku masih bisa menyalakan penerangan untukmu. Tapi sekarang siapakah yang menerangimu dan siapa pula yang menghiburmu?. Ayah, malam kemarin aku masih bisa menggelar tikar untuk alas tidurmu, tapi sekarang siapakah yang menggelarkan tikar untukmu?. Jika malam malam kemarin aku masih bisa memijati tangan dan kakimu, sekarang siapakah yang memijatimu?” terdengar memilukan ratap gadis kecil itu. Hasan yang mendengarkan dari tempat persembunyian menjadi trenyuh

“Ayah, jika kemarin malam aku menyelimuti tubuhmu, tetapi sekarang siapakah yang menyelimutimu tadi malam,” kembali terdengar suara gadis kecil itu di antara isak tangisnya.”kemarin engkau masih bisa memanggilku ayah dan aku menjawab untukmu, tetapi semalam siapa yang engkau panggil dan siapa pula yang menjawabmu?’.

“Ayah, jika kemarin engkau minta makan dan aku yang melayani, apakah semalam kau minta makan ?, dan siapa pula yang melayanimu?. Dulu aku selalu memasak makanan untukmu, tetapi kemarin siapa yang memasak untukmu?”.

Karena tak tahan mendengar ratapan-ratapan mengharukan gadis kecil di atas makam ayahnya, Hasan al Basri keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekati gadis itu, tak terasa air matanya menetes jatuh karana haru.

“Anakku, janganlah kau berkata seperti itu”, kata Hasan al Basri setelah berupaya menenangkan hati gadis kecil itu. “Seharusnya kau ucpakan kata-kata seperti ini: Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu?. Dan kata orang shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal dunia ada yang diganti dengan kain kafan surga dan ada pula yang dari neraka. kain kafan mana yang ayah kenakan sekarang?”.

“Ayah, kemarin kemarin aku telah meletakkan tubuhmu ang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah tubuhmu hari ini?”
Gadis kecil itu terus saja mendengar apa yang dicontohkan Hasan tanpa henti.

“Ayah, orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. Di antara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang cuma membisu. Yang kupikirkan, apakah ayah bisa menjawab atau hanya membisu?.

“Ayah, katanya bahwa kuburan itu bisa dibuat luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luas ataukah bertambah sempit?. Dan kuburan itu merupakan secuil taman dari surga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari neraka. Yang menjadi pikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? . Taman surga ataukah lubang neraka?”.

“Ayahku, katanya bahwa liang kubur itu bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu pada anaknya, tapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang?. Jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur”.

Ayah, orang shaleh mengatakan , orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal, mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amalan bagus, justru menjadi pendurhaka dan banyak bermaksiat. Apakah ayah termasuk yang menyesali karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit melakukan amal kebaikan?.

“Ayah, dulu setiap kali aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tapi kini kau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawab. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu”.

Demikianlah beberapa nasihat Hasan al Basri yang disampaikan pada gadis kecil itu dalam meratapi kematian ayahnya.

“Sungguh baik nasihat bapak, aku sangat berterima kasih sekali,” kata gadis kecil itu.

“Maka berdoalah nak untuk orang tua mu bukan kau ratapi”.

Kemudian Hasan Basri mengajak gadis itu pulang meninggalkan makam ayahnya. —

2 responses to “Nasihat Hasan al Basri kepada gadis kecil…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s