Ratap Anak Negeri

Ketika pahit getirnya kau kunyah

kemelut itu tetap kan terasa perihnya

meski sejuta bianglala memerah

dan si pandirpun tak hendak mengalah

gempita dalam lara anak negri

 

Di onak duri ini kau terserak

dalam bayangbayang  jingga yang memudar

punah dalam sedusedan tak bermakna

aduhai galau yang kau tempa

riaknyapun enggan menepi

 

Kemilau pagi tak jua berseri

kicau burung terdengar bak cemeti

karena derita makanan keseharian

tenggelam dalam gelak rajaraja

menuang anggur para durjana

Sudi al-Fakir 11 Maret, 2012 (dalam sedih yg mendalam, melihat anak-anak negeri bergelantungan di jembatan miring yg hampir roboh, di atas sungai dengan air yg deras bergolak demi mencari ilmu di sekolahnya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s